Kata kerja mental sebagai kaidah kebahasaan novel sejarah, karena:
- bahasa teks non fiksi menggunakan bahasa kiasan, teks fiksi menggunakan bahasa lugas.
- para tokoh memiliki pikiran atau apa yang dirasakan.
- terdapat urutan peristiwa dan waktu.
- bercerita peristiwa yang terjadi di masa lampau.
Jawabannya adalah b. para tokoh memiliki pikiran atau apa yang dirasakan.
Kata kerja mental sebagai kaidah kebahasaan novel sejarah, karena para tokoh memiliki pikiran atau apa yang dirasakan.
Penjelasan dan Pembahasan
Jawaban a. bahasa teks non fiksi menggunakan bahasa kiasan, teks fiksi menggunakan bahasa lugas menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.
Jawaban b. para tokoh memiliki pikiran atau apa yang dirasakan menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.
Jawaban c. terdapat urutan peristiwa dan waktu menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di buku ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.
Jawaban d. bercerita peristiwa yang terjadi di masa lampau menurut saya ini malah 100% salah, karena tidak masuk dalam pembahasan yang ada pada buku pelajaran.
Kesimpulan
Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah b. para tokoh memiliki pikiran atau apa yang dirasakan.
Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.