Salah satu akhlak terhadap diri sendiri adalah ” haya’ ” atau malu. Malu dalam konteks ini tidaklah sama dengan malunya seseorang ketika melakukan hal yang konyol. Namun malu yang diartikan perasaan tidak nyaman tentang bagaimana kita dilihat oleh pihak lain, yakni allah semata. Ada sebuah hadits yang artinya: ” dari ibnu. Umar ra. Berkata, nabi saw. Bersabda:, malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya. ” (Hr. Hakim). Hadits tersebut memberikan pemahaman kita terkait rasa malu. Pernyataan yang kurang tepat di bawah ini berkaitan dengan hadits tersebut adalah?

Salah

Salah satu akhlak terhadap diri sendiri adalah ” haya’ ” atau malu. malu dalam konteks ini tidaklah sama dengan malunya seseorang ketika melakukan hal yang konyol. namun malu yang diartikan perasaan tidak nyaman tentang bagaimana kita dilihat oleh pihak lain, yakni allah semata. ada sebuah hadits yang artinya: ” dari ibnu. umar ra. berkata, nabi saw. bersabda:, malu dan iman senantiasa bersama. apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya. ” (hr. hakim). hadits tersebut memberikan pemahaman kita terkait rasa malu. pernyataan yang kurang tepat di bawah ini berkaitan dengan hadits tersebut adalah:

  1. serang bapak selalu menyuruh anaknya menjalankan shalat lima waktu.
  2. seseorang yang malu bukan berarti dia tidak beriman.
  3. rasa malu dan keimanan menempati tingkatan yang beriringan.
  4. keimanan yang kuat mengantarkan seseorang pada sifat rendah hati.

Jawabannya adalah d. keimanan yang kuat mengantarkan seseorang pada sifat rendah hati.

Salah satu akhlak terhadap diri sendiri adalah ” haya’ ” atau malu. malu dalam konteks ini tidaklah sama dengan malunya seseorang ketika melakukan hal yang konyol. namun malu yang diartikan perasaan tidak nyaman tentang bagaimana kita dilihat oleh pihak lain, yakni allah semata. ada sebuah hadits yang artinya: ” dari ibnu. umar ra. berkata, nabi saw. bersabda:, malu dan iman senantiasa bersama. apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya. ” (hr. hakim). hadits tersebut memberikan pemahaman kita terkait rasa malu. pernyataan yang kurang tepat di bawah ini berkaitan dengan hadits tersebut adalah keimanan yang kuat mengantarkan seseorang pada sifat rendah hati.

Penjelasan dan Pembahasan

Jawaban a. serang bapak selalu menyuruh anaknya menjalankan shalat lima waktu menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban b. seseorang yang malu bukan berarti dia tidak beriman menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di buku ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.

Jawaban c. rasa malu dan keimanan menempati tingkatan yang beriringan menurut saya ini malah 100% salah, karena tidak masuk dalam pembahasan yang ada pada buku pelajaran.

Jawaban d. keimanan yang kuat mengantarkan seseorang pada sifat rendah hati menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah d. keimanan yang kuat mengantarkan seseorang pada sifat rendah hati.

Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.

Tinggalkan komentar