Hitam, hitam sekali penghidupan perempuan bangsa kita di masa silam, lebih hitam, lebih kelam, dari malam yang gelap! Perempuan bukan manusia seperti laki-laki yang mempunyai pikiran dan pemandangan sendiri, yang mempunyai hidup sendiri. Perempuan hanya hamba sahaya, perempuan hanya budak yang harus bekerja dan melahirkan anak bagi laki-laki, dengan tiada memiliki hak. Setinggi-tingginya ia menjadi perhiasan, menjadi permainan, yang di mulia-muliakan selagi disukai, tetapi dibuang dan ditukar, apabila telah kabur cahayanya, telah hilang sarinya. Sebagaimana pepatah mengatakan habis manis sepah dibuang kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut menggunakan majas yang sama dengan kalimat?

Hitam,

Hitam, hitam sekali penghidupan perempuan bangsa kita di masa silam, lebih hitam, lebih kelam, dari malam yang gelap! perempuan bukan manusia seperti laki-laki yang mempunyai pikiran dan pemandangan sendiri, yang mempunyai hidup sendiri. perempuan hanya hamba sahaya, perempuan hanya budak yang harus bekerja dan melahirkan anak bagi laki-laki, dengan tiada memiliki hak. setinggi-tingginya ia menjadi perhiasan, menjadi permainan, yang di mulia-muliakan selagi disukai, tetapi dibuang dan ditukar, apabila telah kabur cahayanya, telah hilang sarinya. sebagaimana pepatah mengatakan habis manis sepah dibuang kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut menggunakan majas yang sama dengan kalimat:

  1. sunnah mu(tanda-petik-satu)akad.
  2. pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati.
  3. sekali merdeka, kita harus tetap mempertahankan dalam berbagai hal.
  4. anak, cucu, ayah, ibu, nenek, kakek sampai bebuyutan hadir dalam pesta upacara adat itu.

Jawabannya adalah b. pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati.

Hitam, hitam sekali penghidupan perempuan bangsa kita di masa silam, lebih hitam, lebih kelam, dari malam yang gelap! perempuan bukan manusia seperti laki-laki yang mempunyai pikiran dan pemandangan sendiri, yang mempunyai hidup sendiri. perempuan hanya hamba sahaya, perempuan hanya budak yang harus bekerja dan melahirkan anak bagi laki-laki, dengan tiada memiliki hak. setinggi-tingginya ia menjadi perhiasan, menjadi permainan, yang di mulia-muliakan selagi disukai, tetapi dibuang dan ditukar, apabila telah kabur cahayanya, telah hilang sarinya. sebagaimana pepatah mengatakan habis manis sepah dibuang kalimat yang dicetak miring dalam paragraf tersebut menggunakan majas yang sama dengan kalimat pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati.

Penjelasan dan Pembahasan

Jawaban a. sunnah mu(tanda-petik-satu)akad menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban b. pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.

Jawaban c. sekali merdeka, kita harus tetap mempertahankan dalam berbagai hal menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di buku ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.

Jawaban d. anak, cucu, ayah, ibu, nenek, kakek sampai bebuyutan hadir dalam pesta upacara adat itu menurut saya ini malah 100% salah, karena tidak masuk dalam pembahasan yang ada pada buku pelajaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah b. pangkat, jabatan, uang itu bagiku tidak ada artinya selain cinta yang sejati.

Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.

Tinggalkan komentar