Nasionalisme di Eropa Menjadi Sebuah Tindakan untuk Menguasai Bangsa Lain Karena Dipengaruhi oleh…?

Nasionalisme merupakan perasaan kesetiaan yang kuat kepada negara atau bangsa sendiri. Itu bisa berarti sikap patriotisme, tetapi juga dapat merujuk pada paham bahwa satu bangsa harus memiliki negara. Dalam konteks Eropa, nasionalisme memiliki peran penting dalam perumusan dan penyatuan berbagai negara. Namun, seiring waktu, nasionalisme ini berkembang menjadi sesuatu yang lebih agresif dan bermuatan ekspansionis. Melangkah lebih jauh, benih semangat ini kemudian menjadi salah satu faktor yang mendorong imperialisma Eropa.

Penjajahan dan Imperialisme

Imperialisme adalah gagasan dan praktek politik, ekonomi, dan budaya dalam mengendalikan wilayah yang lebih luas oleh sebuah negara. Pendekatan ini secara umum didasarkan pada keyakinan superioritas budaya atau ras. Di era modern, imperialisme bisa dilacak kembali ke Eropa, yang mana negara-negara disana mulai menampilkan semangat tersebut dalam bentuk ekspansi kolonial sebagai bagian dari ambisi untuk membangun imperium global.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi tindakan imperialistik ini adalah nasionalisme. Beberapa dari negara-negara ini merasa bahwa mereka memiliki hak dan kewajiban untuk menyebarluaskan budaya dan nilai-nilai mereka ke wilayah lain. Lain lagi, ada yang meminta pengakuan serta kekuasaan internasional dan memandang penaklukan wilayah lain sebagai cara untuk mencapai hal ini.

Nasionalisme dan Imperialisme

Nasionalisme, seperti halnya imperialisme, tidak muncul dalam kehampaan. Bentuk dan karakter nasionalisme sebenarnya sangat dipengaruhi oleh konteks historis, ekonomi, dan sosial. Di Eropa, nasionalisme mulai bergejolak dalam bentuk ambisius di pertengahan abad 19 dan awal abad 20 seiring dengan keterlibatan negara-negara ini dalam perlombaan kolonial.

Harus diketahui bahwa nasionalisme tidak hanya mendorong imperialisme, tetapi juga merupakan hasil dari imperialisme itu sendiri. Para pemimpin negara-negara Eropa menggunakan retorika nasionalis untuk membenarkan aksi-aksi imperialistik mereka. Mereka juga menggunakan hasil dari ekspansi mereka untuk mempertegas identitas nasional dan mendukung ideal-ideal nasionalis.

Kesimpulan

Nasionalisme, dalam konteksnya di Eropa, menjadi tindakan untuk menguasai bangsa lain karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari keinginan untuk menyebarluaskan budaya dan nilai-nilai mereka, ambisi untuk mendapatkan pengakuan dan kekuasaan di panggung internasional, dan hasil dari imperialisme itu sendiri.

Tinggalkan komentar