Islam merupakan sebuah agama yang memberikan perhatian besar terhadap bagaimana seorang Muslim menjalankan hidup sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT melalui wahyu-Nya yang tercantum dalam Alquran dan dijelaskan lebih lanjut oleh Rasulullah SAW melalui Hadis. Pemahaman ini mencakup bagaimana seorang Muslim seharusnya berinteraksi dengan pemimpin dan kapan mereka seharusnya mematuhi atau tidak mematuhi perintah pemimpin tersebut.
Mendudukkan Alquran dan Hadis Sebagai Pedoman Hidup
Muslim diharapkan untuk menjadikan Alquran dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Dengan pasal ini, seorang Muslim dharus merujuk kepada Alquran dan Hadis dalam menentukan tindakan apa yang harus diambil, termasuk bagaimana berinteraksi dengan pemimpin. Perintah yang bertentangan dengan Alquran dan Hadis maka tidak sah dalam hukum Syariah dan tidak wajib untuk dipatuhi.
Perintah Pemimpin dan Prinsip Taat Kepada Pemimpin
Islam pada dasarnya mengajarkan bahwa umat Islam harus taat kepada pemimpin mereka. Ini dinyatakan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, ”Seorang Muslim harus mendengar dan taat dalam segala sesuatu yang ia sukai atau tidak sukai, kecuali jika diperintahkan untuk berbuat dosa. Apabila diperintahkan untuk berbuat dosa, maka tidak ada mendengar dan tidak ada ketaatan.” (HR. Bukhari no. 7144 dan Muslim no. 1839)
Perlunya Menentang Perintah Pemimpin yang Bertentangan dengan Alquran dan Hadis
Dalam konteks ini, menurut ajaran Islam, seorang Muslim tidak hanya memiliki hak tetapi juga kewajiban untuk menentang perintah pemimpin yang bertentangan dengan Alquran dan Hadis. Alasan utamanya adalah karena prinsip dasar dalam Islam bahwa tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Allah.
Islam meletakkan prinsip integritas dan keadilan di atas segalanya, dan setiap perintah yang bertentangan dengan prinsip ini, yang mana prinsip tersebut bersumber dari Alquran dan Hadis, harus ditentang. Pengabaian atas perintah yang melanggar hukum-hukum Allah dan hukum-hukum Rasulullah SAW ini merupakan bagian dari sikap ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dan merupakan tindakan yang mendorong pada penegakan keadilan dan integritas.
Dalam hal ini, makna taat kepada pemimpin adalah patuh pada perintah-perintah yang baik dan benar. Jika pemimpin memberikan perintah yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka umat Islam memiliki kebebasan untuk tidak mematuhi. Namun, penolakan ini harus dilakukan dengan cara yang sopan dan bijaksana, agar tidak menciptakan kerusuhan atau kekacauan. Itulah sebabnya mengapa penting bagi setiap Muslim untuk memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang ajaran-ajaran Islam.
Ringkasnya, segala perintah yang bertentangan dengan ajaran Alquran dan Hadis tidak boleh dipatuhi karena melanggar hukum Syariah, dan umat Islam harus senantiasa mematuhi ajaran-ajaran yang ada dalam Alquran dan Hadis. Sebab, hanya dengan cara inilah umat Islam dapat memastikan bahwa mereka menjalankan hidup sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.