Memberikan kritik seni / apresiasi pada penciptaan karya seni terdapat istilah estetika ergonomis; dalam penampilan di pameran apakah karya seni rupa tiga dimensi memanfaatkannya? Berikan alasan yang sesuai?

Memberikan

Memberikan kritik seni / apresiasi pada penciptaan karya seni terdapat istilah estetika ergonomis; dalam penampilan di pameran apakah karya seni rupa tiga dimensi memanfaatkannya? berikan alasan yang sesuai:

  1. orang tua.
  2. seni rupa tiga dimensi sebagai seni murni tidak membutuhkan prinsip ergonomis, istilah ini hanya dipergunakan untuk seni rupa terapan saja.
  3. seni rupa tiga dimensi adalah seni rupa yang menghadirkan bentuk audio visual dan mempertahankan pada idealisme individual, mementingkan pemasalahan ergonomis.
  4. seni rupa tiga dimensi tidak mengenal prinsip seni murni maupun seni terap, oleh karenanya tergantung karya yang akan dibuat; jika merupakan karya yang berhubungan dengan kenyamanan, kemaslahatan serta kemanan penikmat, maka estetika ergonomic dipakai untuk mengukur dan membuat karya.

Jawabannya adalah d. seni rupa tiga dimensi tidak mengenal prinsip seni murni maupun seni terap, oleh karenanya tergantung karya yang akan dibuat; jika merupakan karya yang berhubungan dengan kenyamanan, kemaslahatan serta kemanan penikmat, maka estetika ergonomic dipakai untuk mengukur dan membuat karya.

Memberikan kritik seni / apresiasi pada penciptaan karya seni terdapat istilah estetika ergonomis; dalam penampilan di pameran apakah karya seni rupa tiga dimensi memanfaatkannya? berikan alasan yang sesuai seni rupa tiga dimensi tidak mengenal prinsip seni murni maupun seni terap, oleh karenanya tergantung karya yang akan dibuat; jika merupakan karya yang berhubungan dengan kenyamanan, kemaslahatan serta kemanan penikmat, maka estetika ergonomic dipakai untuk mengukur dan membuat karya.

Penjelasan dan Pembahasan

Jawaban a. orang tua menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban b. seni rupa tiga dimensi sebagai seni murni tidak membutuhkan prinsip ergonomis, istilah ini hanya dipergunakan untuk seni rupa terapan saja menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di buku ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.

Jawaban c. seni rupa tiga dimensi adalah seni rupa yang menghadirkan bentuk audio visual dan mempertahankan pada idealisme individual, mementingkan pemasalahan ergonomis menurut saya ini malah 100% salah, karena tidak masuk dalam pembahasan yang ada pada buku pelajaran.

Jawaban d. seni rupa tiga dimensi tidak mengenal prinsip seni murni maupun seni terap, oleh karenanya tergantung karya yang akan dibuat; jika merupakan karya yang berhubungan dengan kenyamanan, kemaslahatan serta kemanan penikmat, maka estetika ergonomic dipakai untuk mengukur dan membuat karya menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah d. seni rupa tiga dimensi tidak mengenal prinsip seni murni maupun seni terap, oleh karenanya tergantung karya yang akan dibuat; jika merupakan karya yang berhubungan dengan kenyamanan, kemaslahatan serta kemanan penikmat, maka estetika ergonomic dipakai untuk mengukur dan membuat karya.

Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.

Tinggalkan komentar