Sejarah evolusi bumi dan kehidupan di atasnya merupakan topik yang mengundang penelitian dan diskusi dalam berbagai bidang ilmu. Salah satu pertanyaan yang muncul di dalamnya adalah soal makhluk hidup yang pertama kali muncul di permukaan bumi, sebagai penanda dari bumi yang telah mulai stabil. Menurut penelitian, makhluk hidup pertama ini muncul pada zaman Arkeozoikum.
Zaman Arkeozoikum
Zaman Arkeozoikum merupakan zaman pertama dalam era Precambrian yang berlangsung dari sekitar 4,6 miliar hingga 2,5 miliar tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan terbentuknya bumi dan atmosfer yang stabil, serta munculnya kehidupan yang pertama dalam bentuk organisme sederhana.
Zaman ini juga dikenal dengan nama Eon Hadean karena gejala geologi yang ekstrem seperti vulkanisme masif dan sering terjadinya hantaman meteor. Meski begitu, keadaan bumi mulai membaik dan menjadi lebih stabil di akhir zaman ini.
Organisme Pertama
Organisme pertama yang muncul di permukaan bumi pada zaman Arkeozoikum adalah prokariot, yaitu organisme sederhana yang tidak memiliki membran inti sel. Sebagian besar prokariot ini adalah bakteri, yang hidup di lingkungan ekstrem zaman tersebut. Beberapa di antaranya adalah autotrof, yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
Bukti tentang kehidupan ini ditemukan dalam bentuk fosil-fosil tertua di bumi, yaitu stromatolit. Stromatolit adalah struktur batuan yang terbentuk dari aktivitas bakteri autotrof, sebagai hasil dari pengendapan mineral-mineral dari air oleh aktivitas tersebut.
Dengan kemunculan makhluk hidup ini, menandakan bumi telah mulai stabil setelah periode awal pembentukan yang penuh dengan gejala geologi yang ekstrem. Organisme-organisme ini adalah awal dari kehidupan di bumi, yang kemudian akan berkembang menjadi berbagai bentuk kehidupan yang beragam seperti yang kita kenal sekarang.
Tentunya, pengetahuan tentang evolusi kehidupan di bumi juga terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya, pemahaman kita tentang topik ini bisa berubah seiring dengan ditemukannya bukti dan data baru.