Bangunan-bangunan zaman pra aksara seperti dolmen, menhir, waruga, sarkofagus, dan punden berundak adalah saksi bisu dari masa lalu yang mengungkapkan banyak tentang kehidupan dan budaya masyarakatnya. Biasanya, bangunan-bangunan ini ditemukan dalam situasi khusus dan memiliki tujuan atau fungsi khusus dalam masyarakat di masa itu.
Dolmen dan Menhir
Dolmen dan menhir adalah dua jenis monumen batu yang biasa ditemukan di berbagai tempat di dunia dan dianggap sebagai bagian dari budaya megalitik. Mereka berasal dari periode Neolitik dan Perunggu (sekitar 4000 hingga 2000 SM). Dolmen biasanya adalah struktur batu besar, seringkali digunakan sebagai makam atau tempat penguburan, sedangkan menhir adalah batu monolitik yang didirikan, yang mungkin memiliki fungsi ritual atau simbolis.
Waruga
Waruga merujuk pada makam batu kuno yang berasal dari masa peradaban praaksara di Sulawesi Utara, Indonesia. Waruga adalah peti kuburan batu persegi dengan ukuran beragam yang dilengkapi dengan penutup. Waruga biasa ditemukan di masa Klasik Kuno, sekitar tahun 800 M-1500 M.
Sarkofagus
Sarkofagus adalah jenis peti mati batu yang biasanya dihubungkan dengan peradaban kuno seperti Mesir, Yunani dan Romawi. Namun, sarkofagus juga ditemukan dalam peradaban praaksara di Indonesia. Seperti halnya dolmen dan waruga, sarkofagus biasa digunakan untuk tujuan penguburan dan bisa ditemukan dari berbagai periode, dari Zaman Batu hingga Zaman Klasik.
Punden Berundak
Punden Berundak adalah bangunan suci yang merupakan peninggalan masyarakat prasejarah di Indonesia khususnya di pulau Jawa dan Bali. Bangunan ini berasal dari zaman Neolitik hingga Zaman Besi (sekitar 1500 SM hingga 500 M). Bentuk punden berundak ini adalah berupa tumpukan tanah yang dikerjakan berundak-undak dan berbentuk persegi atau bujur sangkar.
Dengan demikian, bangunan-bangunan pra aksara seperti dolmen, menhir, waruga, sarkofagus, dan punden berundak bisa ditemukan pada masa Neolitik, Perunggu, Zaman Klasik, hingga Zaman Besi. Masing-masing bangunan memiliki fungsi dan simbolisnya sendiri, memberikan kita wawasan berharga tentang budaya dan peradaban manusia di masa lalu.