Surat Luqmān adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang memiliki banyak hikmah dan pelajaran penting, termasuk tentang kehidupan keluarga dan hubungan antara orang tua dan anak. Ayat 14 dari surat ini memaparkan tentang sejauh mana usaha dan pengorbanan seorang ibu dalam membesarkan anaknya. Agar kita dapat memahami konteks dan makna penuh dari ayat ini, mari kita telusuri lebih jauh.
Pada Surat Luqmān Ayat 14, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan penyapihan terhadapnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembali (mu).” – QS. Luqman (31:14)
Dalam bagian “dan penyapihan terhadapnya dalam dua tahun,” Allah SWT. menginformasikan bahwa ibu menyapih anaknya pada usia dua tahun. Dalam konteks ini, kata “menyapih” merujuk pada proses penghentian pemberian ASI (Air Susu Ibu) oleh seorang ibu kepada anaknya.
Ayat ini mensuggestikan bahwa dalam masa dua tahun, bayi biasanya memerlukan dan mendapatkan nutrisi utama mereka dari ASI ibunya. Selain itu, ayat ini juga dapat diinterpretasikan sebagai petunjuk bagi para ibu bahwa dua tahun adalah usia ideal untuk menyapih atau berhenti memberikan ASI kepada anak.
Dalam konteks agama Islam, ASI memiliki peran penting dalam pembentukan dan perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Surat Luqmān Ayat 14 menjadi pengingat bagi kita semua mengenai betapa besar pengorbanan yang diberikan oleh seorang ibu, dari mengandung, melahirkan, menyusui, hingga menyapih anaknya.