Kurban merupakan tradisi berharga dalam dengan berbagai nilai luhur yang terkandung di dalamnya, terutama dalam konsep berbagi dan menyumbangkan. Namun, dalam pelaksanaannya, terkadang ditemui beberapa polemik, salah satunya adalah tentang panitia kurban yang banyak membawa pulang daging kurban untuk dirinya sendiri. Maka, bagaimana seharusnya?
Pendapat Mengenai Praktik Ini
Sebagian besar masyarakat mungkin akan merasa bahwa panitia kurban yang membawa banyak daging ke rumahnya tentu menciptakan ketidakadilan. Tradisi kurban sendiri diharapkan untuk dapat mewujudkan solidaritas dan distribusi kebaikan yang lebih merata. Jika panitia memperoleh porsi yang lebih besar, bisa menjadi kontraproduktif dengan esensi dari kurban itu sendiri.
Selain itu, membawa pulang daging kurban dalam jumlah besar juga bisa merusak citra panitia kurban di mata masyarakat serta menurunkan kepercayaan masyarakat akan manajemen dan penyaluran daging kurban tersebut.
Bagaimana Seharusnya?
Seharusnya, panitia kurban memiliki tanggung jawab yang besar dalam manajemen dan distribusi daging kurban. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Pembagian Proporsional: Panitia harus memastikan pembagian daging kurban dilakukan secara adil dan merata. Sebaiknya disusun sistem bagi hasil yang tegas dan transparan sehingga mencegah penyelewengan.
- Komunikasi dan Transparansi: Panitia perlu menjelaskan sistem pembagian kepada calon penerima kurban. Dengan demikian, mereka memahami proses dan merasa diperlakukan dengan adil.
- Integritas Panitia: Komite kurban harus memastikan bahwa semua anggotanya memiliki integritas dan kejujuran dalam melaksanakan tugas mereka. Ini artinya, panitia tidak boleh mengambil porsi yang lebih besar dari pada yang seharusnya.
- Pemantauan: Mekanisme pemantauan dan pelaporan harus ada dalam proses penyaluran daging kurban. Ini akan memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang dan mempromosikan kepercayaan publik.
Dengan demikian, sistem pembagian daging kurban diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik dan adil, yang pada gilirannya memajukan esensi sejati dari kurban itu sendiri, yaitu saling berbagi dan menyumbangkan.