Kriteria keshahihan sebuah hadits didasarkan pada lima syarat, yaitu; sanadnya bersambung (ittishal al-sanad), moralitas para perawinya baik (‘adalah al-ruwat), intelektualitas para perawinya mumpuni (dhabit al-ruwat), tidak janggal (‘adam al-syudzudz), dan tidak cacat (‘adam al-‘illah). Jika syarat kelimanya tidak terpenuhi maka sebuah hadis bisa dikategorikan hasan, dhaif, ataupun maudhu’ tergantung kriteria yang tidak terpenuhi. Sebuah hadits bisa dinilai dhaif jika diriwayatkan oleh seorang yang tsiqah namun bertentangan dengan mayoritas riwayat lainnya yang juga tsiqah atau lebih tsiqah. Kondisi ini berkaitan dengan salah satu dari kelima syarat tersebut yaitu?

Kriteria

Kriteria keshahihan sebuah hadits didasarkan pada lima syarat, yaitu; sanadnya bersambung (ittishal al-sanad), moralitas para perawinya baik (‘adalah al-ruwat), intelektualitas para perawinya mumpuni (dhabit al-ruwat), tidak janggal (‘adam al-syudzudz), dan tidak cacat (‘adam al-‘illah). jika syarat kelimanya tidak terpenuhi maka sebuah hadis bisa dikategorikan hasan, dhaif, ataupun maudhu’ tergantung kriteria yang tidak terpenuhi. sebuah hadits bisa dinilai dhaif jika diriwayatkan oleh seorang yang tsiqah namun bertentangan dengan mayoritas riwayat lainnya yang juga tsiqah atau lebih tsiqah. kondisi ini berkaitan dengan salah satu dari kelima syarat tersebut yaitu:

  1. blocking.
  2. moralitas para perawinya baik (’adalah al-ruwwat).
  3. tidak janggal (’adam al-syudzudz).
  4. sanadnya bersambung (ittishal al-sanad).

Jawabannya adalah d. sanadnya bersambung (ittishal al-sanad).

Kriteria keshahihan sebuah hadits didasarkan pada lima syarat, yaitu; sanadnya bersambung (ittishal al-sanad), moralitas para perawinya baik (‘adalah al-ruwat), intelektualitas para perawinya mumpuni (dhabit al-ruwat), tidak janggal (‘adam al-syudzudz), dan tidak cacat (‘adam al-‘illah). jika syarat kelimanya tidak terpenuhi maka sebuah hadis bisa dikategorikan hasan, dhaif, ataupun maudhu’ tergantung kriteria yang tidak terpenuhi. sebuah hadits bisa dinilai dhaif jika diriwayatkan oleh seorang yang tsiqah namun bertentangan dengan mayoritas riwayat lainnya yang juga tsiqah atau lebih tsiqah. kondisi ini berkaitan dengan salah satu dari kelima syarat tersebut yaitu sanadnya bersambung (ittishal al-sanad).

Penjelasan dan Pembahasan

Jawaban a. blocking menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.

Jawaban b. moralitas para perawinya baik (’adalah al-ruwwat) menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di buku ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.

Jawaban c. tidak janggal (’adam al-syudzudz) menurut saya ini malah 100% salah, karena tidak masuk dalam pembahasan yang ada pada buku pelajaran.

Jawaban d. sanadnya bersambung (ittishal al-sanad) menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah d. sanadnya bersambung (ittishal al-sanad).

Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.

Tinggalkan komentar