Berikut ini merupakan pedoman bagi perilaku profesional public relations/humas yang tertuang dalam kode etik pr internasional (ipra), kecuali:
- purwakanthi.
- bertindak dalam keadaan apapun untuk memperhatikan kepentingan pihak pihak yang terlibat, baik kepentingan organisasi tempat ia bekerja maupun kepentingan public yang harus dia layani.
- menghormati pelaksanaan tugas profesinya, prinsip-prinsip moral, peraturan-peraturan dalam “deklarasi hak-hak asasi manusia”.
- menumbuhkan komunikasi moral, psikologi dan intelektual untuk berdialog yang terbuka dan sempurna tidak mutlak diperlukan.
Jawabannya adalah d. menumbuhkan komunikasi moral, psikologi dan intelektual untuk berdialog yang terbuka dan sempurna tidak mutlak diperlukan.
Berikut ini merupakan pedoman bagi perilaku profesional public relations/humas yang tertuang dalam kode etik pr internasional (ipra), kecuali menumbuhkan komunikasi moral, psikologi dan intelektual untuk berdialog yang terbuka dan sempurna tidak mutlak diperlukan.
Penjelasan dan Pembahasan
Jawaban a. purwakanthi menurut saya ini salah, karena sudah menyimpang jauh dari apa yang ditanyakan.
Jawaban b. bertindak dalam keadaan apapun untuk memperhatikan kepentingan pihak pihak yang terlibat, baik kepentingan organisasi tempat ia bekerja maupun kepentingan public yang harus dia layani menurut saya ini juga salah, karena setelah saya cek di buku ternyata lebih tepat untuk jawaban pertanyaan lain.
Jawaban c. menghormati pelaksanaan tugas profesinya, prinsip-prinsip moral, peraturan-peraturan dalam “deklarasi hak-hak asasi manusia” menurut saya ini malah 100% salah, karena tidak masuk dalam pembahasan yang ada pada buku pelajaran.
Jawaban d. menumbuhkan komunikasi moral, psikologi dan intelektual untuk berdialog yang terbuka dan sempurna tidak mutlak diperlukan menurut saya ini yang benar, karena sudah tertulis dengan jelas pada buku dan catatan rangkuman pelajaran.
Kesimpulan
Dari penjelasan dan pembahasan diatas, bisa kita simpulkan bahwa pilihan jawaban yang paling benar adalah d. menumbuhkan komunikasi moral, psikologi dan intelektual untuk berdialog yang terbuka dan sempurna tidak mutlak diperlukan.
Jika masih ada pertanyaan lain, dan masih bingung untuk memilih jawabannya. Bisa tulis saja dikolom komentar. Nanti saya bantu memberikan jawaban yang benar.